ARTIKEL 10: BAPA — PEMBAPTIS SUMBER DALAM AMANAT AGUNG
ARTIKEL 9: BAPA — PEMBAPTIS SUMBER DALAM AMANAT AGUNG
Siapakah "Bapa" yang Disebut Yesus dalam Amanat Agung?
---
Pendahuluan: "Bapa" di Mulut Yesus
Dalam Amanat Agung, Yesus memerintahkan para murid untuk membaptis "dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Kata pertama yang Yesus sebutkan adalah "Bapa."
Bagi telinga modern, "Bapa" mungkin terdengar seperti gelar umum untuk Allah—sinonim dengan "Tuhan" atau "Yang Mahakuasa." Tetapi bagi para rasul yang mendengarnya di Galilea, "Bapa" memiliki makna yang jauh lebih dalam, lebih personal, dan lebih radikal.
Siapakah "Bapa" dalam kerangka LTTI 2.16? Apa peran-Nya sebagai Pembaptis Sumber? Dan bagaimana kita memahami "Bapa" tanpa jatuh ke dalam konsep "Pribadi Pertama" dari tiga dewa?
---
1. "Bapa" dalam Perjanjian Lama: YHWH sebagai Bapa Israel
1.1. Bukan "Pribadi Pertama," Melainkan Relasi Perjanjian
Ketika Yesus menyebut "Bapa," para rasul tidak membayangkan "Pribadi Pertama dari Trinitas" dalam pengertian filsafat Yunani. Mereka teringat pada YHWH yang menyebut diri-Nya sebagai Bapa Israel.
"Bukankah Ia Bapamu yang menciptakan engkau? Bukankah Ia yang menjadikan dan menegakkan engkau?" (Ulangan 32:6)
"Sebab Engkaulah Bapa kami, sekalipun Abraham tidak mengenal kami, dan Israel tidak mengakui kami. Engkau, ya TUHAN, adalah Bapa kami, Penebus kami dari dahulu kala." (Yesaya 63:16)
Dalam PL, "Bapa" adalah metafora relasional antara YHWH dan Israel. YHWH adalah Bapa karena:
· Ia adalah Pencipta—"Bukankah Ia Bapamu yang menciptakan engkau?"
· Ia adalah Penebus—"Engkau, ya TUHAN, adalah Bapa kami, Penebus kami."
· Ia adalah Pemelihara—yang memberi makan, melindungi, dan mendidik.
"Bapa" bukanlah nama Pribadi yang terpisah dari YHWH. "Bapa" adalah cara YHWH berelasi dengan umat-Nya—sebagai Pencipta, Penebus, dan Pemelihara.
1.2. Bapa sebagai Sumber
Dalam PL, YHWH sebagai Bapa selalu adalah Sumber—sumber kehidupan, sumber perjanjian, sumber berkat.
"Bukankah Ia Bapamu yang menciptakan engkau?" (Ulangan 32:6)
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1)
Bapa adalah Asher (Transenden)—Sumber dari segala sesuatu, fondasi dari segala keberadaan. Dari Dia segala sesuatu berasal (Roma 11:36; 1 Korintus 8:6).
---
2. "Bapa" dalam Pengajaran Yesus: Bapa-Ku dan Bapa-Mu
2.1. Yesus Menyebut Allah sebagai "Bapa-Ku"
Salah satu aspek paling radikal dari pelayanan Yesus adalah cara Ia menyebut Allah. Yesus tidak hanya menyebut Allah sebagai "Bapa kami" seperti orang Yahudi lainnya. Ia menyebut Allah sebagai "Bapa-Ku"—dengan cara yang unik dan eksklusif.
"Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, dan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya." (Matius 11:27)
Yesus memiliki relasi yang unik dengan Bapa—relasi yang tidak dimiliki oleh siapa pun. Ia adalah Anak Tunggal (monogenes—Yohanes 1:18) yang berada di pangkuan Bapa.
2.2. Yesus Mengajarkan Murid-Murid untuk Menyebut Allah sebagai "Bapa"
Tetapi Yesus juga mengajarkan murid-murid-Nya untuk menyebut Allah sebagai "Bapa":
"Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu." (Matius 6:9)
Yesus membawa murid-murid-Nya ke dalam relasi yang sama dengan Bapa—bukan secara identik (Yesus adalah Anak dalam arti unik), tetapi secara partisipatif. Melalui Yesus, kita diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12; Roma 8:15-17).
2.3. Bapa Mengutus Anak
Salah satu tema utama dalam Injil Yohanes adalah bahwa Bapa mengutus Anak:
"Bapa mengutus Anak menjadi Juruselamat dunia." (1 Yohanes 4:14)
"Aku datang dalam nama Bapa-Ku." (Yohanes 5:43)
"Aku keluar dari Bapa dan datang ke dalam dunia." (Yohanes 16:28)
Bapa adalah Sumber perutusan. Anak adalah Yang Diutus. Ini adalah pola yang konsisten: Bapa menginisiasi, Anak melaksanakan.
---
3. Bapa sebagai Pembaptis Sumber dalam LTTI
3.1. Definisi: Pembaptis Sumber
Dalam kerangka LTTI 2.16, Bapa adalah Pembaptis Sumber—Pribadi pertama dari tiga Pembaptis yang membaptis dalam satu Nama YHWH.
Aspek Penjelasan
Nama YHWH—Bapa adalah YHWH seutuhnya, bukan "sepertiga" dari YHWH
Peran dalam Trinitas Sumber—dari Dia segala sesuatu berasal (1 Korintus 8:6)
Peran dalam Baptisan Menerima orang percaya sebagai anak (Roma 8:15-16)
Relasi dengan Anak Bapa mengutus Anak (Yohanes 5:36-38); Bapa bersuara dari surga pada baptisan Yesus (Matius 3:17)
Relasi dengan Roh Bapa mengutus Roh (Yohanes 14:26); Roh adalah Roh Bapa (Matius 10:20)
Aksesibilitas Tidak dapat dilihat (Keluaran 33:20; Yohanes 1:18; 1 Timotius 6:16)
3.2. "Bapa Lebih Besar dari pada Aku" (Yohanes 14:28)
Yesus berkata: "Bapa lebih besar dari pada Aku." Bagaimana LTTI memahami ini?
Ini adalah pernyataan relasional, bukan ontologis. Dalam logika pangkuan (C-R-04): "Tidak ada pangkuan yang stabil jika yang dipangku lebih besar." Bapa "lebih besar" dalam arti Sumber—seperti matahari "lebih besar" dari sinarnya, atau seperti ayah "lebih besar" dari anaknya dalam otoritas, tetapi tidak dalam kemanusiaan.
Bapa "Lebih Besar" dalam... Tetapi Setara dalam...
Tatanan asal—Bapa adalah Sumber (Yohanes 5:26) Hakikat—Bapa adalah Allah seutuhnya (Yohanes 10:30)
Perutusan—Bapa mengutus, Anak diutus (Yohanes 20:21) Keilahian—Tidak ada Allah selain YHWH (Ulangan 6:4)
Fungsi—Bapa merencanakan, Anak melaksanakan Kekekalan—Anak ada sejak kekal (Yohanes 1:1-2)
---
4. Relasi Bapa dengan Anak dan Roh
4.1. Bapa dan Anak: Sumber dan Perwujudan
Bapa adalah Asher (Transenden)—tidak terlihat, tidak dapat diakses secara langsung. Anak adalah Ehyeh (Imanen)—perwujudan yang dapat diakses.
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya." (Yohanes 1:18)
Bapa tidak dapat dilihat. Tetapi Bapa dapat dikenal melalui Anak. "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9).
4.2. Bapa dan Roh: Pengutus dan Kuasa
Bapa mengutus Roh dalam nama Yesus (Yohanes 14:26). Roh adalah Roh Bapa (Matius 10:20)—bukan roh yang berbeda, tetapi Roh yang sama yang adalah YHWH.
Roh adalah Naungan yang memungkinkan ciptaan mengalami kehadiran Bapa tanpa dihancurkan oleh kemuliaan-Nya. Seperti awan menaungi Kemah Suci sehingga Israel dapat mendekat, demikian pula Roh menaungi kita sehingga kita dapat memanggil Allah sebagai "Bapa" (Roma 8:15).
---
5. Implikasi: Hidup sebagai Anak-anak Bapa
5.1. Doa kepada Bapa
Yesus mengajarkan kita untuk berdoa kepada Bapa—bukan kepada "Allah" secara umum, tetapi kepada Bapa.
"Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu." (Matius 6:9)
Doa Bapa Kami adalah prototype doa yang benar: datang kepada Bapa sebagai anak, memohon dengan kerendahan, menerima dengan syukur.
5.2. Kepedulian Bapa
Jika Allah adalah Bapa, maka Ia peduli. Ia bukan "Penggerak yang Tidak Bergerak" yang tidak peduli pada ciptaan-Nya. Ia adalah Bapa yang tahu berapa banyak rambut di kepala kita (Matius 10:30), yang memberi makan burung-burung di udara (Matius 6:26), yang mendandani bunga bakung di padang (Matius 6:28-30).
5.3. Disiplin Bapa
Bapa mendisiplin anak-anak-Nya (Ibrani 12:5-11). Disiplin bukanlah hukuman; disiplin adalah latihan pertobatan (C-D-11). Seperti seorang ayah yang mengajar anaknya berjalan—membiarkannya jatuh, lalu mengangkatnya kembali—demikian pula Bapa mendisiplin kita untuk kebaikan kita.
---
Penutup: Kembali ke Galilea
Ketika Yesus berkata "baptislah mereka dalam nama Bapa," para rasul mendengar gema dari seluruh Perjanjian Lama: YHWH yang adalah Bapa Israel—Pencipta, Penebus, Pemelihara.
Tetapi mereka juga mendengar sesuatu yang baru: bahwa Bapa ini adalah Bapa dari Yesus Kristus—dan melalui Yesus, Bapa ini kini menjadi Bapa kita.
Bapa adalah Pembaptis Sumber. Dari Dia segala sesuatu berasal. Kepada Dia kita berdoa. Di dalam Dia kita hidup, bergerak, dan ada.
"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah." (1 Yohanes 3:1)
---
Bersambung ke Artikel 10: Anak — Pembaptis Dasar dalam Amanat Agung
---
Apakah artikel ini sudah sesuai dengan yang Anda harapkan? Apakah ada bagian yang perlu disesuaikan sebelum kita melanjutkan ke Artikel 10?
Komentar
Posting Komentar