ARTIKEL 3: PEMBAPTIS — MAKNA DALAM PL DAN PB SERTA BENANG MERAHNYA
ARTIKEL 3: PEMBAPTIS — MAKNA DALAM PL DAN PB SERTA BENANG MERAHNYA
Mengapa "Pembaptis" adalah Istilah yang Paling Tepat untuk Trinitas?
---
Pendahuluan: Dari "Nama" ke "Tindakan"
Dalam Artikel 1, kita telah menetapkan Amanat Agung sebagai titik berangkat teologi. Dalam Artikel 2, kita telah menyelami makna "Nama" (Shem) dalam tradisi Yahudi—bahwa nama adalah identitas, karakter, kehadiran, dan otoritas.
Sekarang kita melangkah ke elemen berikutnya dalam Amanat Agung: tindakan yang diperintahkan. Yesus tidak hanya berkata "dalam nama," tetapi juga "baptislah."
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19)
Kata "baptislah" (baptizontes dalam bahasa Yunani) adalah sebuah perintah. Dan dari perintah inilah LTTI 2.16 melahirkan istilah "Pembaptis" sebagai istilah utama untuk Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Mengapa "Pembaptis"? Mengapa tidak "Pribadi" seperti yang telah digunakan gereja selama 1.700 tahun? Untuk menjawabnya, kita harus menelusuri benang merah baptisan dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, dari Laut Merah hingga Sungai Yordan, dari Kemah Suci hingga Amanat Agung.
---
1. "Pribadi" (Persona): Sebuah Istilah yang Problematis
1.1. Akar Kata: Dari Panggung Teater ke Teologi
Sebelum kita memahami mengapa "Pembaptis" lebih baik, kita perlu memahami mengapa "Pribadi" bermasalah.
Kata "Pribadi" berasal dari bahasa Latin persona, yang secara harfiah berarti "topeng aktor"—dari per (melalui) + sonare (bersuara). Dalam teater Romawi, seorang aktor mengenakan topeng (persona) untuk memerankan karakter tertentu. Suara aktor "bersuara melalui" (per-sonare) topeng itu.
Dari panggung teater, kata ini masuk ke dalam:
· Hukum Romawi: Persona berarti status legal seseorang (warga negara, budak, dll.).
· Tata bahasa Latin: Persona berarti "orang" (orang pertama, kedua, ketiga).
· Teologi Kristen: Tertullian (c. 200 M) menggunakan persona untuk Trinitas: una substantia, tres personae—satu substansi, tiga personae.
1.2. Masalah dengan "Persona" untuk Trinitas
Penggunaan persona untuk Trinitas menimbulkan beberapa masalah serius:
Masalah 1: Akar Teater. Apakah Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah "topeng" yang dikenakan oleh satu Aktor ilahi? Ini adalah Modalisme (Sabellianisme)—bidat yang justru ingin dilawan oleh Tertullian. Ironisnya, istilah yang ia pilih memiliki konotasi yang persis seperti itu.
Masalah 2: Bapa Tidak Pernah Terlihat. Persona adalah sesuatu yang terlihat—topeng, wajah, penampilan. Tetapi Alkitab dengan tegas menyatakan: "Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah" (Yohanes 1:18; 1 Timotius 6:16). Bapa tidak memiliki persona dalam arti "penampilan yang terlihat."
Masalah 3: Roh Kudus Tidak Berbentuk Manusia. Roh Kudus menampakkan diri sebagai burung merpati (Matius 3:16) dan sebagai lidah-lidah api (Kisah 2:3). Apakah ini "wajah"-Nya? Apakah Roh adalah burung atau api? Jelas tidak.
Masalah 4: Ambiguitas di Era Modern. Di era AI (Artificial Intelligence), bahkan kecerdasan buatan memiliki "kesadaran mandiri" dan "kehendak bebas" sesuai algoritmanya. Apakah AI adalah "pribadi"? Jika definisi "pribadi" adalah "pusat kesadaran mandiri," maka AI memenuhi syarat. Apakah kita akan menyebut AI sebagai persona dalam Trinitas? Tentu tidak. Ini menunjukkan betapa tidak memadainya istilah ini.
Masalah 5: Tidak Alkitabiah. Kata persona tidak pernah digunakan dalam Alkitab untuk Allah. Tidak dalam bahasa Ibrani. Tidak dalam bahasa Yunani. Tidak dalam bahasa Aram. Ini adalah istilah asing yang diimpor dari budaya Romawi.
1.3. Mengapa Gereja Tetap Menggunakannya?
Gereja tetap menggunakan "Pribadi" karena:
· Sudah menjadi tradisi selama 1.700 tahun.
· Memberikan presisi dalam perdebatan melawan bidat (terutama Modalisme dan Arianisme).
· Belum ada alternatif yang lebih baik yang diterima secara luas.
LTTI 2.16 menghormati tradisi ini, tetapi tidak terikat padanya. Jika ada istilah yang lebih alkitabiah, lebih fungsional, dan lebih relasional, mengapa tidak menggunakannya?
---
2. "Pembaptis": Sebuah Alternatif yang Alkitabiah
2.1. Langsung dari Amanat Agung
Istilah "Pembaptis" diambil langsung dari kata kerja dalam Amanat Agung: "baptislah" (baptizontes). Yesus memerintahkan para murid untuk membaptis. Dan Ia memerintahkan mereka untuk membaptis "dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Dengan kata lain: Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Pembaptis. Merekalah yang memasukkan orang percaya ke dalam Nama YHWH. Baptisan bukanlah sekadar ritual yang dilakukan oleh manusia; baptisan adalah tindakan Allah Trinitas yang memasukkan seseorang ke dalam realitas-Nya sendiri.
2.2. Makna "Membaptis" dalam Alkitab
Kata Yunani baptizo (βαπτίζω) berarti "mencelupkan," "membenamkan," "menenggelamkan." Kata ini digunakan untuk:
· Mencelupkan kain ke dalam pewarna (sehingga kain berubah warna).
· Menenggelamkan kapal (sehingga kapal sepenuhnya berada di bawah air).
· Membenamkan seseorang ke dalam air (sehingga seluruh tubuh basah).
Dalam konteks Alkitab, baptisan adalah tindakan memasukkan seseorang sepenuhnya ke dalam sesuatu yang lain. Dalam Amanat Agung, sesuatu yang lain itu adalah Nama YHWH. Baptisan adalah dipindahkan dari satu realitas ke realitas lain—dari berada di luar Nama menjadi berada di dalam Nama.
2.3. "Pembaptis" dalam Bahasa Ibrani: Tovel (טוֹבֵל)
Dalam bahasa Ibrani, kata untuk "membaptis" atau "mencelupkan" adalah taval (טָבַל). Kata ini muncul dalam Perjanjian Lama:
"Kemudian imam itu harus mencelupkan (taval) jarinya ke dalam darah itu..." (Imamat 4:6)
"Naaman turun dan membenamkan dirinya (taval) tujuh kali ke dalam sungai Yordan..." (2 Raja-raja 5:14)
Partisipel aktif dari taval adalah tovel (טוֹבֵל)—"yang membenamkan," "yang mencelupkan," "Pembaptis."
Dalam Yudaisme, praktik tevilah (pembenaman dalam mikveh) adalah ritual pentahiran yang sangat penting. Seseorang yang menjadi najis harus membenamkan diri sepenuhnya dalam air hidup (air mengalir) untuk ditahirkan. Mikveh adalah prototype dari baptisan Kristen.
Yohanes Pembaptis disebut dalam bahasa Ibrani sebagai "Yochanan ha-Matbil" (יוֹחָנָן הַמַּטְבִּיל)—Yohanes sang Pembaptis, Yohanes yang membenamkan.
Dengan demikian, Tovel (Pembaptis) adalah istilah yang:
· Berakar dalam Perjanjian Lama (taval).
· Digunakan dalam Yudaisme (tevilah, mikveh).
· Diterapkan pada Yohanes Pembaptis (ha-Matbil).
· Mengacu pada tindakan yang diperintahkan Yesus dalam Amanat Agung (baptizontes).
---
3. Benang Merah Baptisan: Dari PL ke PB
3.1. Laut Merah: Baptisan Pertama Israel
Paulus menulis:
"Aku tidak mau, supaya kamu tidak mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Dan mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut untuk menjadi pengikut Musa." (1 Korintus 10:1-2)
Israel "dibaptis" di Laut Merah. Siapa yang membaptis mereka? YHWH sendiri. YHWH membelah laut, YHWH memimpin dengan tiang awan dan api, YHWH menyelamatkan mereka dari Mesir.
Dalam peristiwa ini, kita melihat tiga tindakan YHWH yang paralel dengan tiga Pembaptis:
Tindakan YHWH Paralel dengan Makna
YHWH membelah laut (Keluaran 14:21) Bapa — Sumber keselamatan Bapa merencanakan dan memerintahkan pembebasan
Musa (utusan YHWH) memimpin umat Anak — Dasar keselamatan Anak adalah Musa yang lebih besar, memimpin umat keluar dari perbudakan dosa
Tiang awan dan api memimpin dan melindungi Roh Kudus — Kuasa keselamatan Roh adalah tiang awan dan api yang menaungi umat
Satu YHWH, tiga tindakan pembaptisan. Inilah prototype dari Trinitas sebagai Pembaptis.
3.2. Kemah Suci: Baptisan Para Imam
Ketika Harun dan anak-anaknya ditahbiskan sebagai imam, mereka harus menjalani ritual pembasuhan:
"Kemudian Musa menyuruh Harun dan anak-anaknya mendekat, lalu dibasuhnyalah mereka dengan air." (Imamat 8:6)
Pembasuhan ini adalah prototype dari baptisan. Siapa yang membasuh mereka? Musa, atas perintah YHWH. Tetapi di balik tindakan Musa, ada tiga Pembaptis yang bekerja:
Tindakan Pembaptis Makna
YHWH memerintahkan pembasuhan Bapa — Sumber kekudusan Bapa menetapkan standar kekudusan
Musa membasuh para imam Anak — Dasar pentahiran Anak adalah Musa yang lebih besar, mentahirkan umat-Nya
Air (simbol Roh) membersihkan Roh Kudus — Kuasa pentahiran Roh adalah air hidup yang membersihkan
3.3. Nubuat Yehezkiel: Baptisan Eskatologis
Yehezkiel menubuatkan sebuah baptisan eskatologis:
"Aku akan mencurahkan air bersih kepadamu, dan kamu akan menjadi tahir... Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru, dan roh yang baru akan Kutaruh di dalam batinmu... Roh-Ku akan Kutaruh di dalam batinmu." (Yehezkiel 36:25-27)
Dalam nubuat ini, YHWH sendiri yang akan membaptis umat-Nya dengan air dan Roh. Sekali lagi, satu YHWH, tindakan pembersihan yang melibatkan air dan Roh.
3.4. Yohanes Pembaptis: Jembatan antara PL dan PB
Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir Perjanjian Lama dan pembuka Perjanjian Baru. Ia membaptis dengan air, tetapi ia menunjuk kepada Pembaptis yang lebih besar:
"Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang datang sesudah aku... Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api." (Matius 3:11)
Yohanes mengakui: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (Matius 3:14).
Mengapa Yohanes berkata demikian? Karena Yohanes tahu: hanya Allah yang membaptis nabi. Dalam PL, Allah sendiri yang membaptis Musa (dari semak duri), Elia (dalam kereta api), Yesaya (di Bait Suci). Yohanes, sebagai nabi terakhir, menyadari bahwa Yesus adalah Allah yang datang untuk membaptisnya.
3.5. Pembaptisan Yesus: Tiga Pembaptis Hadir Bersamaan
Pada pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, ketiga Pembaptis hadir secara bersamaan dan terlihat (atau terdengar) secara terpisah:
Pembaptis Manifestasi Tindakan
Bapa — Pembaptis Sumber Suara dari surga "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Matius 3:17)
Anak — Pembaptis Dasar Yesus di dalam air Dibaptis oleh Yohanes, menggenapkan seluruh kebenaran (Matius 3:15)
Roh Kudus — Pembaptis Kuasa Turun seperti burung merpati Menaungi Yesus, mengurapi-Nya untuk pelayanan (Matius 3:16)
Di Sungai Yordan, Trinitas dinyatakan bukan dalam rumusan filosofis, tetapi dalam tindakan pembaptisan. Bapa bersuara, Roh turun, Anak dibaptis. Tiga Pembaptis, satu peristiwa, satu keselamatan.
3.6. Amanat Agung: Perintah untuk Meneruskan Baptisan
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus memberikan Amanat Agung. Baptisan yang dimulai di Laut Merah, dilanjutkan di Kemah Suci, dinubuatkan oleh Yehezkiel, dijembatani oleh Yohanes, dan dinyatakan di Sungai Yordan—kini diperintahkan untuk diteruskan kepada semua bangsa.
Dan perintah itu adalah: "Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Bukan "dalam nama-nama." Bukan "dalam tiga pribadi." Tetapi "dalam nama"—satu Nama tunggal: YHWH, yang adalah Bapa (Sumber), Anak (Dasar), dan Roh Kudus (Kuasa).
---
4. Keunggulan "Pembaptis" atas "Pribadi"
Setelah menelusuri benang merah ini, kita dapat melihat keunggulan "Pembaptis" dibandingkan "Pribadi":
Aspek Pribadi (Persona) Pembaptis (Tovel)
Sumber Teater Romawi — topeng aktor Amanat Agung — perintah Yesus
Akar Kata Per-sonare = "bersuara melalui" Taval = "mencelupkan, membenamkan"
Konteks Asli Panggung teater → Hukum Romawi → Teologi PL (pentahiran) → Yohanes Pembaptis → Amanat Agung
Alkitabiah? Tidak — tidak pernah digunakan untuk Allah dalam Alkitab Ya — langsung dari Matius 28:19
Fungsional? Tidak — hanya menunjukkan identitas abstrak Ya — menunjukkan tindakan: membaptis
Relasional? Tidak — individualistis Ya — baptisan adalah tindakan memasukkan ke dalam komunitas
Menghindari Ambiguitas? Tidak — AI bisa disebut "pribadi" Ya — hanya Allah yang membaptis ke dalam nama YHWH
---
5. Implikasi: Tiga Pembaptis, Satu Nama
5.1. Allah Bukanlah Objek Analisis, Melainkan Pembaptis yang Bertindak
Dengan menyebut Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai "Pembaptis," LTTI menggeser fokus dari apa Allah (substansi, esensi) kepada apa yang Allah lakukan (membaptis, menyelamatkan, memasukkan ke dalam Nama-Nya).
5.2. Baptisan adalah Tindakan Trinitarian
Setiap kali seseorang dibaptis, ketiga Pembaptis bekerja:
· Bapa — menerima orang itu sebagai anak (Roma 8:15-16).
· Anak — menyatukan orang itu dengan kematian dan kebangkitan-Nya (Roma 6:3-5).
· Roh Kudus — memeteraikan orang itu sebagai milik Allah (Efesus 1:13-14).
5.3. Keselamatan adalah Masuk ke dalam Nama
"Baptislah mereka dalam (eis) nama" berarti membawa mereka masuk ke dalam realitas YHWH sendiri. Keselamatan bukanlah sekadar pengampunan dosa; keselamatan adalah dipindahkan dari berada di luar Nama menjadi berada di dalam Nama.
---
Penutup: Kembali ke Sungai Yordan
LTTI 2.16 mengundang gereja untuk kembali ke Sungai Yordan—ke tempat di mana Trinitas pertama kali dinyatakan secara penuh dalam tindakan pembaptisan.
Di sana, kita melihat:
· Bapa — bersuara dari surga, Sumber segala kasih.
· Anak — dibaptis di dalam air, Dasar segala kebenaran.
· Roh Kudus — turun seperti burung merpati, Kuasa segala pemulihan.
Tiga Pembaptis. Satu Nama. Satu Baptisan. Satu Keselamatan.
"Satu tubuh, dan satu Roh... satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, oleh semua, dan di dalam semua." (Efesus 4:4-6)
---
Bersambung ke Artikel 4: Satu Daging — Makna Echad
---
Komentar
Posting Komentar